Rintisan Sekolah Swasta Gratis Sebagai Program Yang Brilian di Kota Depok
- account_circle admindetik24
- calendar_month Sen, 23 Feb 2026
- visibility 44
- comment 0 komentar

DEPOK, DETIK24.ID – Di bawah komando Supian-Chandra, Pemkot Depok terus dipacu membenahi berbagai masalah yang ada, pernyataan itu di sampaikan Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok Siswanto, S.H.
“Banyak persoalan yang berhasil diurai, setelah satu tahun di lantik,” ujarnya, Minggu, (22/2).
Siswanto pun merinci berbagai persoalan yang coba diurai oleh Pemkot Depok saat ini, di antaranya, masalah banjir dan kemacetan lalu lintas yang di rasa sebagai masalah klasik.
“Masih segar dalam ingatan saya, Pak Supian dan Pak Chandra sampai harus turun ke sejumlah titik banjir. bahkan juga langsung mengeluarkan kebijakan sebagai solusinya,” ungkapnya.
“Contoh lain, untuk mengurai kemacetan lalu lintas. Pemkot Depok memperlebar jalan Enggram Sawangan. Memang masih tahap pembebasan lahan, tapi paling tidak ada niat dan solusi dari Pak Supian-Chandra untuk mengurai kemacetan di daerah itu,” tambahnya.
Menurut Siswanto, ada satu lagi program yang di rasa sangat brilliant di bidang pendidikan, dengan di timbulkanya program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), karena minimnya daya tampung di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), di Kota Depok.
“Ide melahirkan program ini cukup brilian. Betapa tidak, masyarakat yang selalu berebut bangku SMPN untuk putra-putrinya, akhirnya merendah dengan program RSSG,” tandasnya
Untuk membenahi masalah lingkungan. Pemerintah Kota Depok membuat gebrakan, Di antaranya, mengaktifkan Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda yang selama ini tidak pernah terfikirkan oleh pemerintahan sebelumnya.
“Menurut saya CFD di jalan Margonda sangat positif. Selain mengurangi polusi udara (emisi kendaraan bermotor), CFD juga sebagai ajang sosialisasi dan menjaga kebugaran bagi masyarakat,” tutur Siswanto.
Siswanto memberi apresiasi kepada Supian-Chandra karena telah memperhatikan dan memberikan insentif buat para guru ngaji.
“Sesuai data dari Kemenag, dari 34 ribu lulusan SD, kurang lebih ada 20 persennya anak- anak kita di kota Depok belum bisa baca Al-Qur’an, buat saya ini sungguh miris, “tuturnya.
“Harus diakui bahwa setahun kepemimpinan Supian-Chandra sudah banyak yang diperbuat, berbagai upaya yang saya sebutkan tadi, mungkin masih ada lagi namun saya tidak bisa mengingatnya, ” pungkasnya. (TP)
- Penulis: admindetik24





Saat ini belum ada komentar