Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » TNI - Polri » Dugaan Jaringan Pungli Antar-Satpas: Oknum Satpas Denpasar–Badung Diindikasi Jual Jalur Instan SIM B1

Dugaan Jaringan Pungli Antar-Satpas: Oknum Satpas Denpasar–Badung Diindikasi Jual Jalur Instan SIM B1

  • account_circle admindetik24
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
  • visibility 111
  • comment 0 komentar

Bali,DETIK24.ID  – Dugaan praktik pungutan liar dan percaloan dalam penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) kembali mencuat di lingkungan Satpas, kali ini melibatkan dugaan kerja sama antar-petugas di dua wilayah sekaligus : Satpas Denpasar dan Satpas Polres Badung, Bali. Hasil investigasi yang dilakukan pada 8 Juli 2026 membongkar alur transaksi yang terstruktur, lengkap dengan perpindahan perantara, kenaikan harga, hingga pola penarikan yang mencurigakan.

Awal Mula: Jalur Instan yang Ditawarkan

Pemohon berinisial FV berniat mengajukan kenaikan golongan dari SIM A ke SIM B1. Namun, masa kepemilikan SIM A-nya belum genap satu tahun—syarat mutlak yang diatur dalam Perpol Nomor 5 Tahun 2021 jo. Perpol Nomor 2 Tahun 2023. Di saat seharusnya ditolak, justru muncul celah “jalur cepat”.

Saat berada di Satpas Denpasar, seorang oknum petugas berinisial DL dengan lugas menyatakan: bisa diurus meski belum genap satu tahun, dengan tarif Rp1,2 juta. DL pun langsung mengarahkan FV untuk berhubungan dengan oknum petugas Satpas Polres Badung berinisial DI, lengkap pesan perkenalan: “Nanti ketemu dengan ibu DI, bilang dari saya.”

Harga Naik, Dalih Tetap Sama

Seiring berjalannya waktu, DL dan DI berkoordinasi. Tarif yang semula Rp1,2 juta melonjak menjadi Rp1,5 juta. DL memberi petunjuk khusus: “Uang nanti masukkan ke amplop lalu serahkan langsung, ini nomornya dicatat.” Sebuah instruksi yang jauh dari prosedur pembayaran resmi melalui kas negara.

Namun setelah FV menuruti permintaan tersebut—menyerahkan berkas beserta uang ke DI—sesuatu yang tak terduga terjadi: berkas dan uang dikembalikan. Dalihnya kini berubah: “Harus satu tahun dulu setelah memiliki SIM A. Kalau sudah genap baru bisa dibuat SIM B1-nya.”

Yang paling mencolok dan menguatkan dugaan pengaturan: ketika ditanya kembali berapa biayanya nanti saat masa syarat sudah terpenuhi, DI menyebut nominalnya tetap sama: Rp1,5 juta. Seolah-olah aturan hanyalah soal waktu, sedangkan harga tetap dipatok—sebuah jaminan yang mustahil diberikan petugas resmi tanpa ada kepastian keuntungan di baliknya.

Pola yang Mencurigakan: Antara Syarat & Janji

Kasus ini menampakkan pola yang sangat mencurigakan:

– ✅ Dua oknum petugas dari Satpas berbeda wilayah saling merujuk pemohon, menunjukkan dugaan jaringan terkoordinasi;
– ✅ Menawarkan layanan yang bertentangan dengan aturan resmi (SIM A belum 1 tahun naik ke B1);
– ✅ Biaya melonjak dari Rp1,2 juta ke Rp1,5 juta tanpa alasan jelas, menunjukkan adanya pembagian keuntungan;
– ✅ Instruksi pembayaran tunai lewat amplop, bukan jalur resmi;
– ✅ Uang dikembalikan saat belum waktunya, tapi harga sudah “dipesan” untuk masa mendatang—seolah transaksi sudah disepakati terlebih dahulu.

Padahal, tarif resmi negara untuk penerbitan SIM B1 berdasarkan PP Nomor 76 Tahun 2020 hanyalah Rp120.000. Selisih Rp1,38 juta di antaranya diduga masuk ke kantong pribadi oknum-oknum tersebut.

Pertanyaan Krusial untuk Polres Badung & Polda Bali

Jika aturan menyatakan belum boleh, mengapa petugas yang sama justru sudah mematok harga sejak dini? Apakah ini berarti syarat satu tahun hanyalah kedok, sedangkan yang sesungguhnya berlaku adalah siapa yang membayar berapa dan kepada siapa?

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi Polres Badung dan Polda Bali. Apakah dua oknum petugas berinisial DL dan DI akan benar-benar diperiksa? Apakah rekam jejak komunikasi serta bukti transaksi akan ditindaklanjuti secara menyeluruh? Masyarakat menuntut:

1. Verifikasi identitas dan keberadaan petugas berinisial DL dan DI di Satpas masing-masing;
2. Pemeriksaan alur perpindahan pemohon antar-Satpas yang diduga saling merujuk demi keuntungan pribadi;
3. Penindakan tegas jika terbukti ada kerja sama ilegal, bukan sekadar permintaan bukti tanpa tindak lanjut;
4. Pengumuman transparansi tarif dan alur pelayanan agar warga tidak lagi terjebak janji palsu petugas sendiri.

Pelayan publik seharusnya melindungi hukum, bukan menjualnya. Jika di Satpas saja hukum bisa ditawar, ke mana lagi rakyat harus mencari keadilan?

  • Penulis: admindetik24

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriahkan Lomba Satkamling 2026, Polres Kuningan Gelar Wayang Golek “PAK 3” di Darma

    Meriahkan Lomba Satkamling 2026, Polres Kuningan Gelar Wayang Golek “PAK 3” di Darma

    • calendar_month Rab, 28 Okt 2026
    • account_circle admindetik24
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KUNINGAN, DETIK24.ID — Mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Kepolisian Resor (Polres) Kuningan menggelar pergelaran kesenian tradisional Wayang Golek Pusaka Aria Kamuning 3 (PAK 3) di Kampung Gunung Luhur RT 26 RW 04, Desa dan Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Selasa malam (27/10/2026) mulai pukul 19.30 WIB. Acara seni budaya Sunda ini diselenggarakan secara khusus untuk memeriahkan […]

  • Apresiasi Pengangkatan Dr. Kuntadi sebagai Jampidsus, Presiden KPN Berdaulat Siap Dukung Penguatan Pemberantasan Korupsi

    Apresiasi Pengangkatan Dr. Kuntadi sebagai Jampidsus, Presiden KPN Berdaulat Siap Dukung Penguatan Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle admindetik24
    • visibility 152
    • 0Komentar

    JAKARTA, DETIK24.ID – Presiden Republik Indonesia telah menunjuk Dr. Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Atas pengangkatan tersebut, Presiden Komite Pengacara Nusantara Berdaulat (KPN Berdaulat), Dr. Rahmad Lubis, S.H., M.H., C.IQA., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Kuntadi untuk memimpin penegakan hukum di bidang tindak pidana khusus. […]

  • Luar Biasa, Pemilihan Ketua RW 10 Kelurahan Sukamaju Baru Serasa Pilkada

    Luar Biasa, Pemilihan Ketua RW 10 Kelurahan Sukamaju Baru Serasa Pilkada

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle admindetik24
    • visibility 293
    • 0Komentar

    DEPOK, DETIK24.ID  – Pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) 10 Kelurahan Sukamaju Baru, Kec. Tapos, Depok, Minggu (17/5/2026) berlangsung bak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Selain antusiasme warga menggunakan hak suaranya, panitia juga mengemas dan menata lokasi acara sedemikian rupa, sehingga nuansa pilkadanya sangat terasa.   Sebanyak tiga calon terdaftar sebagai calon Ketua RW 10, setelah di […]

  • Sulhajji Jompa Kembalikan Formulir Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Bawa Semangat Kolaborasi dan Kebersamaan

    Sulhajji Jompa Kembalikan Formulir Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Bawa Semangat Kolaborasi dan Kebersamaan

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle admindetik24
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BOGOR,DETIK24.ID – Jumat, 21 Agustus 2026 — Dr. Ir. Sulhajji Jompa, M.Sc. resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor. Pengembalian formulir tersebut menjadi bagian penting dari proses pencalonan sekaligus menegaskan komitmen Sulhajji Jompa untuk membangun KADIN Kabupaten Bogor secara bersama-sama. Sulhajji Jompa menegaskan bahwa pencalonannya tidak dibangun atas […]

  • Jalan Rusak Bertahun-tahun Tak Tersentuh, Kades Ngepringan Turun Langsung Protes Demi Keselamatan Warga

    Jalan Rusak Bertahun-tahun Tak Tersentuh, Kades Ngepringan Turun Langsung Protes Demi Keselamatan Warga

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle admindetik24
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Sragen — Kondisi jalan rusak parah di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, akhirnya memantik perhatian publik setelah beredarnya video Kepala Desa Ngepringan, Narso, yang secara terbuka memprotes buruknya infrastruktur jalan di wilayahnya.   Dalam video tersebut, Narso tampak memperlihatkan kondisi jalan yang berubah menjadi kubangan lumpur dan membahayakan pengguna jalan.   Narso menegaskan bahwa […]

  • Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Progres Capai 43 Persen

    Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Progres Capai 43 Persen

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    BOGOR — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo meninjau langsung progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan perlengkapan masjid secara simbolis kepada pengelola sekolah. Dalam doorstop kepada awak media, Wakapolri menyampaikan bahwa pembangunan SMA KTB […]

expand_less